Saturday, 19 December 2015

Metilkobalamin


Gambaran umum
Metilkobalamin bergantung  pada katalis metionin synthase dimana transfer dari grup metil dari 5-metiltetrahidrofolat(CH3-H4 folat) menjadi homosistein(Hcy). Keseluruhan proses reaksi menyimpan konfigurasi absolut dari grup metil dan sangat terkait dengan reaksi subtitusi nukleofil 2 (SN2) dengan cob(I)alamin (B12s) sebagai intermedietnya. Enzim ini juga mengkatalisis proses reduksi metilasi dari kofaktor yang tidak aktif dari cob(II)alamin (B12r), yang adakalanya terbentuk selama proses turnover dari oksidasi cob(I)alamin. Pengaktifan kembali S-adenosilmetionin(adoMet) sebagai kofaktor dan reduktan eksternal sangat dibutuhkan.
Keberadaan
Ada dua tipe enzim metionin synthase yang diketahui berdasarkan kofaktor kobalamin. Banyak eubacteria yang menunjukkan kedua enzim ini, dimana kobalamin-yang bergantung pada enzim metionin tidak ditemukan pada tumbuhan, jamur atau Archaebacteria.  Studi yang paling banyak dilakukan pada tipe enzim ini adalah pada Escherichia coli.
Fungsi Biologi
            Pada mamalia, metionin adalam asam amino esensial dan enzim ini terlibat di dalam metilasi kembali homosistein. Metionin diubah menjadi sulfonium S-adenosyl-metionin (Ado Met) dimana metil berperan sebagai donor terhadap senyawa seperti basa DNA dan RNA  dan rantai asam amino, dan juga terlibat dalam proses biosintesis seperti senyawa kreatin dan epinepirin. Produk dari transfer metil adalah S-adenosil-homosistein, yang bisa di hidrolisis menjadi adenosin dan homosistein. Meskipun, mamalia tidak mampu mensintesis homosistein, namun mamalia bisa melakukan metilasi kembali.
Logam dan Kofaktor
       Analisis logam kobal dan sifat absorbansi dari holoenzim mengindikasikan bahwa 1 mol kobalamin berikatan dengan 1 mol protein. Protein diisolasi dari overexpressing strain, meskipun adakalanya akan menunjukkan stoikiometri logam kobal dimana logam kobal ini cenderung terkontaminasi dengan apoenzim.    
Tes Aktivitas
       Reaksi katalisis dengan MS bisa diuji dengan menggunakan homositein sebagai substrat dan [14C-metil)CH3-H4 folat sebagai donor metil. Hasil ini secara radioaktif dilambangkan dengan [14C-metilmetionin) bisa dipisahkan dari CH3-H4 folat dengan menggunakan kromatografi penukar anion. Untuk memastikan reduksi metilasi dari cob(I)alamin, pengujian campuran juga harus mengandung AdoMet, ditiotreitol dan aquokobalamin. Ditiotreitol berperan sebagai reduktan dan aquokobalamin sebagai mediator transfer elektron tunggal terhadap gugus prostetik kobalamin dengan MS. Keduanya, juga secara langsung mengurangi kecepatan oksidasi enzim-kobalamin dengan mereduksi oksigen dengan pengujian campuran rehadap hidrogen peroksida.
       Pengujian MS dengan pengujian secara spektrofotometri telah dilaporkan bahwasanya produksi H4-folat dengan penambahan asam untuk menghentikan reaksi dan menderivatkan asam format menjadi meteniltetrahidrofolat. Konsentrasinya ditentukan pada panjang gelombang 350 nm.
Spektroskopi
1.      UV-Vis
2.     EPR





Sumber bacaan:
Gruber, Karl. 2001. Cobalamin-dependent methionine synthase. John Wiley&Sons, Ltd, Chichester.
Perterfield, William. Inorganic Chemistry A Unified Approach. Second Edition.
Reddy, Hussein. 2011. Coordination Compounds in Biology (The Chemistry of Vitamin B12 and Model Compounds). India.
Martin-Stillman-ChB064-2211a-S7-VitB12-L26-L27-101108-R10-D11.htm
http://www.healthaliciousness.com/articles/foods-high-in-vitamin-B12.php

No comments:

Post a Comment