Gambaran umum
Metilkobalamin
bergantung pada katalis metionin synthase dimana transfer dari grup metil
dari 5-metiltetrahidrofolat(CH3-H4 folat) menjadi
homosistein(Hcy). Keseluruhan proses reaksi menyimpan konfigurasi absolut dari
grup metil dan sangat terkait dengan reaksi subtitusi nukleofil 2 (SN2)
dengan cob(I)alamin (B12s) sebagai intermedietnya. Enzim ini juga
mengkatalisis proses reduksi metilasi dari kofaktor yang tidak aktif dari
cob(II)alamin (B12r), yang adakalanya terbentuk selama proses
turnover dari oksidasi cob(I)alamin. Pengaktifan kembali
S-adenosilmetionin(adoMet) sebagai kofaktor dan reduktan eksternal sangat
dibutuhkan.
Keberadaan
Ada
dua tipe enzim metionin synthase yang
diketahui berdasarkan kofaktor kobalamin. Banyak eubacteria yang menunjukkan kedua enzim ini, dimana kobalamin-yang
bergantung pada enzim metionin tidak ditemukan pada tumbuhan, jamur atau Archaebacteria. Studi yang paling banyak dilakukan pada tipe
enzim ini adalah pada Escherichia coli.
Fungsi Biologi
Pada mamalia, metionin adalam asam
amino esensial dan enzim ini terlibat di dalam metilasi kembali homosistein. Metionin
diubah menjadi sulfonium S-adenosyl-metionin (Ado Met) dimana metil berperan
sebagai donor terhadap senyawa seperti basa DNA dan RNA dan rantai asam amino, dan juga terlibat
dalam proses biosintesis seperti senyawa kreatin dan epinepirin. Produk dari
transfer metil adalah S-adenosil-homosistein, yang bisa di hidrolisis menjadi
adenosin dan homosistein. Meskipun, mamalia tidak mampu mensintesis
homosistein, namun mamalia bisa melakukan metilasi kembali.
Logam dan Kofaktor
Analisis logam kobal dan sifat absorbansi
dari holoenzim mengindikasikan bahwa 1 mol kobalamin berikatan dengan 1 mol
protein. Protein diisolasi dari overexpressing
strain, meskipun adakalanya akan menunjukkan stoikiometri logam kobal
dimana logam kobal ini cenderung terkontaminasi dengan apoenzim.
Tes Aktivitas
Reaksi katalisis dengan MS bisa diuji
dengan menggunakan homositein sebagai substrat dan [14C-metil)CH3-H4
folat sebagai donor metil. Hasil ini secara radioaktif dilambangkan dengan [14C-metilmetionin)
bisa dipisahkan dari CH3-H4 folat dengan menggunakan
kromatografi penukar anion. Untuk memastikan reduksi metilasi dari
cob(I)alamin, pengujian campuran juga harus mengandung AdoMet, ditiotreitol dan
aquokobalamin. Ditiotreitol berperan sebagai reduktan dan aquokobalamin sebagai
mediator transfer elektron tunggal terhadap gugus prostetik kobalamin dengan
MS. Keduanya, juga secara langsung mengurangi kecepatan oksidasi
enzim-kobalamin dengan mereduksi oksigen dengan pengujian campuran rehadap
hidrogen peroksida.
Pengujian MS dengan pengujian secara
spektrofotometri telah dilaporkan bahwasanya produksi H4-folat
dengan penambahan asam untuk menghentikan reaksi dan menderivatkan asam format
menjadi meteniltetrahidrofolat. Konsentrasinya ditentukan pada panjang
gelombang 350 nm.
Spektroskopi
1.
UV-Vis
2.
EPR
Sumber bacaan:
Gruber, Karl. 2001. Cobalamin-dependent
methionine synthase. John Wiley&Sons, Ltd, Chichester.
Perterfield, William. Inorganic
Chemistry A Unified Approach. Second Edition.
Reddy, Hussein. 2011. Coordination
Compounds in Biology (The Chemistry of Vitamin B12 and Model
Compounds). India.
Martin-Stillman-ChB064-2211a-S7-VitB12-L26-L27-101108-R10-D11.htm
http://www.healthaliciousness.com/articles/foods-high-in-vitamin-B12.php
No comments:
Post a Comment